MUNICH - Bayern Munich telah memiliki komposisi tim
yang hebat pada musim 2012/13 lalu, yang membawa mereka meraih tiga
gelar sekaligus. Namun untuk 2013/14 mendatang, di bawah arahan Josep
Guardiola, akan ada rotasi dalam mengarungi musim kompetisi yang
panjang. Demikian diutarakan direktur olahraga Die Roten, Matthias Sammer.
Jelang musim 2013/14, Bayern memang melakukan beberapa perubahan. Selain mendatangkan Pep, mereka juga menggaet nama-nama anyar seperti Mario Gotze, Thiago Alcantara, dan Jan Kirchhoff, yang otomatis membuat persaingan di skuad kian sengit. Rotasi pun akan menjadi pilihan Pep agar para pemain mendapat porsi bermain yang sesuai.
“Hari-hari (di mana kami memiliki) starting XI (baku) telah berakhir. Besarnya kekuatan pada 2012 merupakan respons dari tahun sebelumnya. Hasilnya, para pemain mendapat keuntungan dari situ,” ujar Sammer kepada Kicker, seperti dilansir Goal, Rabu (23/7/2013).
“(Kini), pelatih kami akan melakukan (rotasi) yang membuat setiap pemain akan mendapat kesempatan. Tapi, jika seorang pemain selalu menganggap dirinya yang pertama, maka dia akan menemukan masalah,” sambung pria berusia 45 tahun yang semasa bermain begitu lekat dengan Borussia Dortmund tersebut.
Sammer juga mengomentari gaya kepelatihan Pep -yang telah memberi 14 trofi bagi Barcelona. “Dia penuh akan energi serta ide-ide. Perubahan (yang dilakukannya pada tim) bisa dimengerti, karena itu merepresentasikan apa yang diinginkannya,” tutup mantan pemain yang pernah memperkuat Dynamo Dresden, Stuttgart, dan Inter Milan tersebut. (dit)
Jelang musim 2013/14, Bayern memang melakukan beberapa perubahan. Selain mendatangkan Pep, mereka juga menggaet nama-nama anyar seperti Mario Gotze, Thiago Alcantara, dan Jan Kirchhoff, yang otomatis membuat persaingan di skuad kian sengit. Rotasi pun akan menjadi pilihan Pep agar para pemain mendapat porsi bermain yang sesuai.
“Hari-hari (di mana kami memiliki) starting XI (baku) telah berakhir. Besarnya kekuatan pada 2012 merupakan respons dari tahun sebelumnya. Hasilnya, para pemain mendapat keuntungan dari situ,” ujar Sammer kepada Kicker, seperti dilansir Goal, Rabu (23/7/2013).
“(Kini), pelatih kami akan melakukan (rotasi) yang membuat setiap pemain akan mendapat kesempatan. Tapi, jika seorang pemain selalu menganggap dirinya yang pertama, maka dia akan menemukan masalah,” sambung pria berusia 45 tahun yang semasa bermain begitu lekat dengan Borussia Dortmund tersebut.
Sammer juga mengomentari gaya kepelatihan Pep -yang telah memberi 14 trofi bagi Barcelona. “Dia penuh akan energi serta ide-ide. Perubahan (yang dilakukannya pada tim) bisa dimengerti, karena itu merepresentasikan apa yang diinginkannya,” tutup mantan pemain yang pernah memperkuat Dynamo Dresden, Stuttgart, dan Inter Milan tersebut. (dit)
0 comments :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !